Rabu, 25 Mei 2011

Kau Dan Aku


Kau menghantui ku di setiap waktu
Panah ini tak dapat ku hindari
Beri aku harapan di ruang hatimu
Sehingga ku dapat menetralkan jiwamu yang rapuh

Kau menutup dirimu dalam sebuah rumah kaca
Yang terbuang dalam api kegelapan
Walau ku telah berbintang di hatimu
Tapi, hatimu bagaikan batu yang tak berjiwa

Kita bagaikan Venus dan Mars
Yang berbicara dari wajah ke wajah
Tidak dari hati ke hati
Seperti api dan hujan

Ku tahu, aku tidak sendirian yang tersudut dalam kegelapan
Ku bukan satu-satunya yang hancur panasnya api cinta
Tapi, kau beriku inspirasi
Bahwa hidup ini perlu pengorbanan dari jiwa, tidak dari penglihatan mata

Ku telah berbicara dengan bulan
Untuk bersinggah di hatimu
Walau ku telah meraih hatimu dan menerangi dengan sebuah lilin
Tapi itu tidak dapat merubah apapun

Aku hampir hidup, dan aku  perlu engkau untuk
Selamatkanku dari kekosongan ini
Walau kita sedang sekarat oleh cinta
Tetaplah bersamaku di bawah renungan bulan

Aku tidak akan melepaskanmu dari genggamanku
Walau api, badai, ombak menerpa kita
Ku tak akan lengah untuk melepaskanmu
Raihlah tanganku dan gapailah menuju kedamaian
Dengan sebuah harmoni untuk setiap lagu yang kita nyanyikan

Sabtu, 14 Mei 2011

Pesonamu Membutakanku


Setiap pesonamu, membutakan mataku
Aku nyaris tak mampu kapan terakhir ku merasakan ini
Kau malaikat hatiku

Walau kau masih terbaring
Tapi detak jantungmu berdetak cepat sepertiku
Seperti malam yang panjang ini
Itulah yang telah berlalu, dan terasa indah di hidupku

Apakah engkau tetap terjaga untukku ?
Aku tidak mau tuk meninggalkanmu
Aku akan berbagi udara untuk engkau
Aku kan memberikan seluruh jiwaku padamu

Aku berusaha untuk tidak goyah, walau ku selalu menggigit lidahku
Tapi, aku merasa hidup dengan setiap nafas yang ku ambil
Kau adalah kunci ku untuk bertahan hidup

Dan jika itu seperti pahlawan yang kau dambakan
Aku kan selalu menjagamu
Kata indahmu yang tak ternilai harganya
Membuat hidupku lebih sempurna

Panggil namaku, Aku hanya ingin mendengarmu
Panggil namaku, agar ku tahu bagaimana perasaanmu padaku
Engkau telah merubahku
Engkau menunjukkan padaku artti sebuah kehidupan
Ku berharap cinta kita kan abadi untuk selamanya

Kamis, 12 Mei 2011

Badai Dalam Ceritaku


Pelan-pelan, dunia tidak mengawasi kita memecah
Dunia mengatakan kita sendiri
Aku menghitung detik sampai Engkau memecah keheningan
Jadi ambil jiwaku bersama hatimu

Bisikan berpaling berteriak
Teriakan berubah menjadi air mata
Air mata berubah menjadi tawa
Dan menghilangkan rasa takut kita

Jadi  lihatlah, dunia ini tidak penting bagiku
Aku akan memberikan semuanya  untuk bernapas
Udara yang sama seperti engkau memberi hari ini aku mati
Aku tidak bisa mengalihkan pandangan dari Engkau

Dan aku rindu, kata-kata untuk menggambarkan bagaimana aku merasa
Aku merasa terinspirasi
Duniaku terasa terbalik
Detak jantungku, semakin jauh lebih keras
Detak jantungku, lebih kuat daripada sebelumnya
Aku merasa terlahirkan kembali

Akhirnya aku bangun, badai dalam ceritaku
Sudah waktunya aku membuka, dan biarkan kanan cintamu melaluiku
Itulah apa yang engkau dapatkan
Bila engkau melihat hidupmu di mata orang lain

IMPIAN MUSTAHIL


Biarlah aku berbintang dengan caraku
Biarlah aku berawan dengan ini
Aku bahkan bias menjadi pelangi tanpa kau minta
Aku bahkan rela menjadi api bila kau inginkan

Ketika jiwa ini hancur
Aku masih berharap untuk hidup berguna
Saat jiwaku ini hidup
Aku merasa hina saat mencintaimu

Kalau saja matahari berlegam warna
Kalau saja gelapnya malam bersurya cahaya
Dan lebihnya,,,
Kalau semua tak sebagimana mestinya

Aku yakin,,,
Semua sesuai dengan yang aku inginkan
Tapi sayang,,,
Ini terlalu konyol

Minggu, 08 Mei 2011

Nafsu


Nafsu
( karya Junanda Fakhrul Arifin )

Nafsu …
Salah satu sifat manusia
Sifat yang membuat manusia
Lebih dari semua makhluknya – Nya
                                                                        Dimana amarah dan haus berkumpul
                                                                        Membuat bimbang hati ini
                                                                        Memasuki alam pikiran
                                                                        Layaknya syaitan berbisik
Nafsu membuat diri kita
Untuk bertahan hidup
Sebagai arah penentu jalan
Menuju cahaya atau kegelapan
                                                                        Tetapi, mengapa nafsu membuatku hancur
                                                                        Berbisik layaknya sahabat
                                                                        Menuntunku ke jalan kegelapan
                                                                        Lalu, membuangku ke tengah bara api
Kini, penyesalan yang kudapat
Mata tertutup, merajut hati
Hanya hampa dan balasan
Yang menemani hidupku